Kamis, 29 Maret 2018

RTAR I (Rapat Tahunan Anggota Rayon) Mahbub Djunaidi

         
  RTAR I (Rapat Tahunan Anggota Rayon) Mahbub djunaidi universitas bojonegoro minggu, (25/03/18) di gelar di balai desa bakalan kec. Kapas kab. Bojonegoro. RTAR I ini adalah yang pertama kalinya di laksanakan oleh rayon mahbub djunaidi
            Sidang pleno I di mulai pukul 09:00 wib, dan diikuti oleh 22 peserta dan 5 peninjau dari rayon ki hajar dewantara dan PK PMII Unigoro, dari sidang-sidang tersebut nantinya akan muncul sebuah gagasan atau ide-ide dari sahabat/i untuk kepengurusan rayon mahbub djunaidi periode 2018/2019.


           Dilanjutkan Sidang pleno II yaitu pembacaan LPJ Pengurus Rayon Mahbub Djunaidi periode 2017/2018 dan pandangan-pandangan umum oleh peserta sidang. Menurut m so’imun “rayon mahbub djunaidi keseluruhan sudah bagus namun yang perlu dibenahi kedepan ialah cara pendampingan kaderisasi karena yang selama ini dilakukan kurang efektif, perlu inovasi-invasi lagi kedepan agar anggota merasa nyaman di PMII” ungkapnya.,
  

          Di pembahasaan sidang komisi-komisi peserta sidang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu komisi A (internal) Komisi B (Eksternal) untuk merumuskan mau dibawa kemana rayon satu tahun kedepan, setelah kedua komisi selesai menelurkan buah pikirannya maka di bentuklah komisi C yaitu setengah dari masing-masing komisi yang bertugas membuat pokok-pokok rekomendasi untuk kepengurusan rayon mahbub djunaidi 2018/2019.
   

         Di sidang pleno akhir ialah penetapan calon ketua rayon mahbub djunaidi 2018/2019 setelah melakukan penjaringan calon ketua rayon dari peserta sidang mengerucutlah dua nama yaitu sahabat so’imun dan sahabati putri agustina yang masing-masing duduk di semester 4 untuk memperebutkan 22 suara peserta sidang.
  
          Penyampaian visi-misi calon di mulai dari sahabati putri agustina mengungkapkan “menjadikan gerakan rayon mahbub djunaidi yang lebih masif dan memiliki jiwa militansi terhadap pergerakan mahasiswa islam indonesia, serta membuat wadah sesuai dengan skill anggota rayon mahbub djunaidi”.
            Visi-misi kedua di sampaikan oleh sahabat so’imun menyampaikan “mohon ma’af dulu sebelumnya apabila saya terpilih nanti mungkin akan vakum satu atau dua bulan karena saya masih ada tanggungan kerja, ya nanti akan saya tinggal kerjaan saya pelan-pelan dan fokus di rayon, bila saya terpilih menjadi ketua rayon maka saya akan memperbaiki sistem kaderisasi rayon mahbub djunaidi agar anggota nantinya merasa nyaman di PMII”.
     



       Setelah melalui beberapa tahapan sampailah pada tahap pemilihan, pemilihan dilakukan dengan cara tertutup dan adil, pembacaan surat suara dimulai dengan saksi 2 pengurus demisioner, saling kejar mengejar suara pun tak terelakkan hingga 10 : 10 suara sah dan 1 tidak sah dan masih menyisakan 1 suara yang belum di buka semua sahabat/i yanng berada di forum dibuat deg-degan dan tegang apalagi kedua calon saling harap-harap cemas setelah surat suara di buka dengan pelan, pelan dan pelan dan suara cengukan di leher mulai terdengar seakan-akan keras, semua mata memandang tajam tertuju di satu titik dimana surat suara itu menentukan siapa yang akan menahkodahi rayon mahbub djunaidi kedepan, secara perlahan surat suara itu di bacakan dengan lantang dan jelas tertuju satu nama yaitu “Putri Agustina” sorak sorai dan ketok palu sidang pun mengakhiri jalannya sidang RTAR.
    

        Tangis haru pun tak terelakkan dan aroma kekecewaan pun juga menyelimuti ruangan sidang seakan-akan melengkapi suasana yang telah terjadi. Sambutan dari ketua rayon terpilih sahabati putri pun tidak lupa berterima kasih kepada sahabat/i yang telah mempercayainya memimpin rayon mahbub djunaidi periode 2018/2019 semoga kedepannya rayon mahbub djunaidi lebih progresif dalam pengawalan kaderisasi dan dalam hal apapun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar